SABADESA.COM, Ciawi — Ketua KNPI Kecamatan Ciawi, Muhamad Yusril, S.I.Kom, mempertanyakan pelaksanaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di tingkat Kecamatan Ciawi yang dinilai belum memberikan ruang strategis dan proporsional bagi peran pemuda serta komunitas kreatif di wilayah tersebut.
Menurutnya, HJB seharusnya menjadi momentum kolaborasi dan pemberdayaan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan yang minim keterlibatan substantif dari elemen kepemudaan.
“Pelaksanaan HJB di Kecamatan Ciawi ini masih terlihat belum memberi ruang yang cukup bagi pemuda untuk terlibat secara strategis. Padahal potensi pemuda di Ciawi sangat besar, baik dari sisi kreativitas, ekonomi, maupun komunitas,” ujar Muhamad Yusril, S.I.Kom.
Ia menilai, kurangnya pelibatan pemuda dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan berpotensi membuat HJB kehilangan esensi sebagai ruang kebersamaan dan penggerak ekonomi lokal.
“Kalau pemuda hanya ditempatkan sebagai pelengkap acara, maka HJB kehilangan makna pentingnya sebagai ruang kolaborasi. Harus ada perubahan pola pikir dalam penyelenggaraan kegiatan seperti ini,” lanjutnya.
KNPI Kecamatan Ciawi mendorong agar ke depan pelaksanaan HJB lebih terbuka, partisipatif, dan melibatkan pemuda serta komunitas lokal secara lebih aktif, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan ruang ekspresi generasi muda.
Meski menyampaikan kritik, KNPI menegaskan tetap siap menjadi mitra strategis pemerintah kecamatan dalam memperbaiki konsep HJB agar lebih berdampak, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Hingga saat ini, KNPI Ciawi berharap adanya evaluasi terhadap pola pelaksanaan HJB di tingkat kecamatan agar lebih selaras dengan semangat kolaborasi dan pembangunan kepemudaan. (***)