SABADESA.COM, CIBINONG — Pemerintah Kabupaten Bogor merespons cepat dugaan pungutan liar berupa permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh sejumlah oknum kepala desa dan pemotongan insentif kepada sopir angkot di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor yang disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (6/4).
Langkah ini menandai sikap tegas pemerintah daerah dalam membenahi praktik maladministrasi dan menjaga marwah pelayanan publik, terutama menjelang momentum Hari Raya yang kerap dimanfaatkan oknum untuk keuntungan pribadi.
Rudy memastikan bahwa Tim Saber Pungli Kabupaten Bogor—yang terdiri dari Polres, Kejaksaan Negeri, dan Inspektorat—telah mulai bekerja menindaklanjuti laporan warga.
Hingga saat ini, sembilan orang telah diperiksa, termasuk empat kepala desa, satu pegawai Dinas Perhubungan, dan beberapa individu dari organisasi terkait.
“Kami telah menugaskan Tim Saber Pungli Kabupaten Bogor yang terdiri dari Polres, Kejaksaan, dan Inspektorat untuk mendalami laporan ini. Hingga saat ini, sembilan orang telah dimintai keterangan, terdiri dari empat kepala desa, satu pegawai Dinas Perhubungan, dan beberapa dari kelompok organisasi lainnya,” ungkap Bupati Rudy pada Minggu (6/4).
Rudy menegaskan, secara kelembagaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor tidak terlibat dalam dugaan pemotongan insentif sopir angkot. Namun, pihaknya tidak akan menoleransi jika ada oknum di dalamnya yang bermain kotor.
“Dinas Perhubungan tidak turut serta dalam pembagian insentif kepada para supir angkot, khususnya di wilayah Puncak. Namun, apabila terdapat oknum yang terlibat secara individu, tentu akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya menekankan.
Bupati juga menyatakan komitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melanggar, termasuk pencopotan jabatan jika diperlukan.
“Jika ditemukan unsur pidana, proses akan dilanjutkan ke ranah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan, jika ada oknum dari unsur pemerintahan yang terlibat, kami tidak akan ragu untuk mencopot jabatannya,” tegasnya.