SABADESA.COM, Leuwiliang, - Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat menggelar diskusi publik perdana, berlangsung di Cafe Titik Seduh Hartage, Desa Leuwiliang, Kecamatan Lewiliang, Sabtu (14/3) 

Diskusi bertema “Arah Juang Pemuda Bogor Barat” ini menghadirkan sejumlah tokoh muda lintas bidang yang dikenal aktif di tengah masyarakat. Di antaranya Ote Herdiansyah, praktisi hukum sekaligus Ketua DPC Peradi Kabupaten Bogor, Irpan Darajat sebagai aktivis sosial, serta Haji Ade sebagai pengamat sosial pemuda.

Kegiatan yang menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus wadah menyuarakan berbagai persoalan pembangunan di wilayah Bogor Barat, dipandu oleh Hamdan Yuwafi sebagai pemandu acara, sementara AA Permana bertindak sebagai moderator.

Dalam forum tersebut, para narasumber menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah, khususnya di wilayah Bogor Barat yang masuk Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Bogor yang meliputi Kecamatan Jasinga, Tenjo, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, Leuwisadeng, Lewiliang, Parungpanjang, dan Rumpin.

Diskusi juga dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai wilayah Bogor Barat yang turut menyatukan persepsi terhadap kompleksitas persoalan pembangunan daerah. 

Berbagai isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut, di antaranya minimnya perhatian terhadap situs sejarah Kabupaten Bogor, kerusakan infrastruktur jalan, pelayanan pendidikan dan akses kesehatan, hingga pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana tahun 2020 yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas. 

Selain itu, persoalan penerangan jalan umum (PJU) yang masih minim dan rawan, irigasi pertanian yang belum memadai untuk mendukung swasembada pangan, serta isu sejarah dan agraria di wilayah Bogor Barat juga menjadi sorotan utama dalam diskusi. 

Para narasumber menekankan bahwa pemuda harus hadir sebagai pengawal kepentingan publik sekaligus menjadi kekuatan kritis terhadap berbagai kebijakan pembangunan. 

“Hari ini kita menyoroti pembangunan di wilayah Bogor Barat. Pemuda harus hadir dan kritis sebagai penggerak agar percepatan pembangunan bisa terwujud ke depan,” tegas para narasumber yang disambut antusias peserta diskusi.