SABADESA.COM, NANGGUNG Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. 


Sekitar 300 kepala keluarga di tiga RT dilaporkan kesulitan air bersih selama kurang lebih dua bulan terakhir.


Ketua RT 01 RW 02 Kampung Cidudut, Desa Hambaro, Dulloh, mengatakan warganya sudah meminta bantuan air bersih dan sejauh ini telah menerima dua kali kiriman mobil tangki. 


"Ini masalahnya nih kemarau, Pak. Air, kekurangan air bersih. Jadi ini udah minta tolong ya, udah tadi udah dikirim satu, cuman kebagian setengah. Alhamdulillah nyampe lagi dua tangki, dua mobil," ujarnya, Kamis (9/7/2026).


Menurut Dulloh, krisis ini dirasakan sedikitnya tiga RT di wilayahnya. 


"Kira-kira ini tiga RT, Pak, kekurangan air. Kalau satu RT-nya ini udah 100 KK. Berarti kalau tiga RT dikali tiga aja itu, berarti udah 300 KK lah. Ini kira-kira udah dua bulan lah," katanya. 


Angka 300 KK ini merupakan perkiraan Dulloh di lapangan dan belum berupa data resmi dari pemerintah desa.


Dulloh berharap ada solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak berulang setiap musim kemarau, dengan meminta sumber air di wilayah hulu lebih diprioritaskan untuk warga. 


"Ya kalau bisa mungkin ini untuk Desa Hambaro, sumber air ini tolonglah diperhatikan. Masalahnya kan kalau untuk dari hulunya lumayan gitu airnya banyak. Cuman karena dipakai ke Antam itu, ke perumahan Antam, jadi tolong itu kalau bisa untuk masyarakat aja. Untuk masyarakat ya, bukan untuk perusahaan. Masyarakat dulu, ya," ungkapnya.